Dunia Maya dengan Dunia Nyata dalam Ber-Etika

Di era digital ini, internet sudah menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Berbagai aktivitas kehidupan seperti bekerja, belajar, berkomunikasi, berbelanja dan sebagainya telah menggunakan teknologi ini sebagai media alat bantunya. Hal tersebut juga membuat berbagai aturan kehidupan seperti norma, etika dan regulasi, yang berlaku di dunia nyata juga perlu diaplikasikan di dunia maya. Dunia maya sendiri merupakan sebuah dunia “baru" yang muncul dengan hadirnya internet di dalam kehidupan manusia.

Revolusi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) telah menandai di mana infomasi menjadi sebuah komoditi dan kekuatan bagi yang menguasainya. Berbekal informasi, seseorang dapat menangkap peluang dan beragam kesempatan untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Secara sederhana, siapa saja yang mampu mengelola informasi dengan baik, akan memiliki posisi yang kuat untuk berkembang dan maju. TIK telah memberikan manfaat yang siginifikan disegala bidang kehidupan manusia, mulai dari bidang sosial, hingga ekonomi dan bisnis.

Dunia Maya dengan Dunia Nyata dalam Ber-Etika

Akan tetapi, derasnya arus informasi yang ada di internet membuat para penggunanya harus lebih berhati-hati dalam mengelola informasi tersebut, baik menerima, mencerna maupun menyampaikannya. Setiap pengguna internet perlu memahami etika dalam berinternet (netiquebe) yang pada dasarnya merupakan pengejawantahan etika di dunia nyata di dalam kegiatan di dunia siber. Dalam kamus Merriem-Webster, netiquebe didefinisikan sebagai etika yang mengatur bagaimana kita berkomunikasi di internet.

Salah satu prinsip dasar dalam netiquette adalah "berperilakulah dengan baik terhadap orang di dunia maya, sebagaimana kita ingin orang berlaku hal yang sama terhadap kita". Oleh karena itu selalu bersikap saling menghormati dalam berinteraksi di dunia maya.

Ketika kita berkomunikasi lewat internet, kita hanya berhadapan dengan layar monitor atau gawai kita. Terkadang kita tidak mendapatkan kesempatan untuk melihat ekspresi wajah, gestur atau intonasi suara dari lawan bicara kita. Oleh karena itu perlu kehati-hatian agar tidak terjadi salah interpretasi dari apa yang kita sampaikan atau terima dalam berkomunikasi secara daring (online).

Demikian catatan sederhana menyoal antara dunia maya dangan dunia nyata dalam ber-etika, semoga ada manfaatnya dan kita senantiasa bijak dalam bersosialisasi melalui dunia maya._Lativi,Gr

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Dunia Maya dengan Dunia Nyata dalam Ber-Etika"

Posting Komentar