Pak Lativi

Netiquette, Netiket (Etika Internet)

Setiap orang memiliki privasi, pandangan, kebutuhan, dan kegemaranya masing-masing. Begitu pula pada setiap negara atau daerah, mereka memiliki budaya yang beragam coraknya. Untuk itu hal pokok yang menjadi tugas kita adalah saling menghargai.

Internet dan media komunikasi semakin menawarkan kemudahan dalam berkomunikasi, menyampaikan gagasan, menuangkan pemikiran, bahkan meluapkan perasaan. Namun seperti halnya teknologi, ia selalu hadir bagai pisau bermata dua, memberikan manfaat positif namun sekaligus memberikan dampak negatif. Diperlukan pengetahuan serta kedewasaan agar senantiasa bijak dalam memanfaatkan segala sesuatu yang ada di internet.


Sama halnya di dunia nyata, Internetan juga ada etikanya, yaitu etika komunikasi di internet atau internet etiquette (netiquette, netiket). Adalah sopan santun dalam berkomunikasi di internet sebagai adab pergaulan di dunia maya, termasuk di media sosial, email, dan whatsapp, dan lain sebagainya.
 
Netiket atau Netiquette adalah singkatan dari “network etiquette” atau “internet etiquette”. Secara mudah, Netiquette (Netiket) adalah etiket di jaringan dunia maya atau Etika Internet. Lebih mudahnya Netiket dapat dimaknai sebagai akhlaq atau sopan-santun dalam berkomunikasi di internet, seperti dalam chating, kirim pesan, menulis status facebook, “berkicau” di twitter, menulis di blog (website), berkomentar di media online (situs berita), dan lainya.


Kesalahan maupun kesalahpahaman dalam berkomunikasi sangat mudah terjadi di internet, misalnya dalam mengirim atau menerima pesan yang kemudian diterima dengan arti yang salah atau berbeda. Orang awam mungkin tidak tahu istilah terbaru dalam SMS (short message service), dan sulit untuk memahami kalimat yang tidak lengkap dan ejaan salah.
 
Netiquette, Netiket, Etika Internet

Adakalanya kita lihat seseorang dengan cepat menyerang secara agresif dengan kata-kata mereka di Internet atas apa yang dilihat dan dibaca, dan dengan mudah menyatakan hal yang tidak disuka, meski belum tentu apa yang dilihat itu adalah hal yang benar adanya.


Ketika orang tidak memiliki atau menerapkan netiket dalam bergaul di dunia maya maka perilaku buruklah yang akan dibawanya seperti halnya adanya Cyber-bullying. Oleh karenanya penting bagi kita untuk senantiasa menyadari bahwa saat berinternet, kita berinteraksi dengan manusia nyata di jaringan yang lain, bukan sekedar dengan deretan karakter huruf di layar monitor, namun dengan karakter manusia sesungguhnya.


Pemahaman atas Netiket mesti ditumbuhkan, sebagai pengetahuan yang melekat pada individu ataupun sebagai bagian budaya dari institusi. Ketidaktahuan atas netiket akan menimbulkan dampak negatif yang sangat merugikan, karena internet salah satunya memiliki karakter ‘menyimpan data’ yang teramat kuat. Sebuah kesalahan yang dibuat akan tersimpan dalam jangka waktu yang sangat lama, bahkan kadang selamanya.


Salah satu rujukan etika komunikasi di internet (cyberspace) adalah artikel Virginia Shea (Netiquette, by Virginia Shea, published by Albion Books, San Francisco (info@albion.com). ©1994 Virginia Shea) berjudul The Core Rule of Netiquette.

Berikut ini etika komunikasi di internet atau dalam istilah Shea disebut peraturan inti etika berinternet (netiquette).

Core Rule of Netiquette: Aturan Inti Netiket
Ingat, pengguna internet juga manusia
Remember the human. Jangan lupa, pengguna, netizen, atau orang yang membaca email atau posting Anda adalah manusia juga yang punya perasaan –bisa tersinggung atau sakit hati. Jadi, jangan menyakiti hati orang lain. Jangan kirim email atau posting yang sekiranya mempermalukan.
Etika komunikasi dunia nyata berlaku di dunia maya
Adhere to the same standards of behavior online that you follow in real life. Standar etika komunikasi internet sama saja dengan etika komunikasi di dunia nyata, seperti etis, menghargai pendapat orang lain, dan jangan dan melanggar hukum (breaking the law is bad Netiquette).
Kenali aturan main di forum/group online
Know where you are in cyberspace. Setiap situs atau forum online biasanya punya aturan main. Maka, taati aturan itu. Baca dulu aturan sebelum gabung. “Intai dulu sebelum melompat” (Lurk before you leap). Sadari Anda ada di forum apa dan bagaimana.
Hargai waktu dan ‘kuota’ orang lain
Respect other people’s time and bandwidth. Posting pesan yang sesuai dengan grup diskusi. Jangan ajukan pertanyaan atau mengirim postingan yang sekiranya tidak sesuai dengan tema group.
Tampil baik di dunia daring
Make yourself look good online. Cek grammar dan ejaan (tata bahasa) sebelum posting. Pahami yang Anda katakan dan pastikan ia masuk akal. Know what you’re talking about and make sense.
Bagikan pengetahuan dan keahlian anda
Share expert knowledge. Bagi pengetahuan dan wawasan Anda. Sedekah ilmu dan Jawab pertanyaan yang ada jika anda tahu.
Kendalikan emosi
Help keep flame wars under control. Kendalikan emosi anda, Jangan posting apa pun dalam keadaan marah, dan Jangan posting atau kirim komentar yang bernada amarah tinggi.
Hargai privasi orang lain
Respect other people’s privacy. Hargai privasi orang. Jangan baca email, pesan, atau inbox pribadi orang lain. Don’t read other people’s private email.
Jangan salah gunakan wewenang
Don’t abuse your power. Jangan menyalahgunakan kekuasaan. Makin besar kekuasaan yang Anda mikiki, kian penting bagaimana menggunakannya. The more power you have, the more important it is that you use it well.
Maafkan kesalahan orang lain
Be forgiving of other people’s mistakes. Jika orang lain salah, berusahalah untuk memaafkannya.

Etika komunikasi di internet versi Virginia Shea diatas setidaknya dapat menjadi sedikit gambaran bagaimana kita bergaul di dunia maya atau internet agar menjadi warganet yang baik dan bijak.


Demikian catatan sederhana terkait dengan Netiket atau Etika Internet, semoga ada manfaatnya dan mari kita tumbuhkan kesadaran pemahaman kita akan pentingnya berakhlaq atau sopan santun dalam pergaulan di internet.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Netiquette, Netiket (Etika Internet)"

Posting Komentar